Antisipasi Nataru, Jasa Raharja Siagakan 2.000 Personel

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, memberikan keterangan kepada awak media terkait pengamanan libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. (ist)
Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, memberikan keterangan kepada awak media terkait pengamanan libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. (ist)

Jakarta/zaman (19/12/2021) – Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono memaparkan bagaimana kesiapan Jasa Raharja dalam pengamanan libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi musibah kecelakaan.

Sesuai dengan tugasnya untuk menyelenggarakan program perlindungan dasar kecelakaan penumpang angkutan umum dan lalu lintas jalan, Jasa Raharja memberikan santunan kepada korban kecelakaan angkutan penumpang umum dan lalu lintas jalan baik itu yang meninggal dunia atau luka-luka.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Jasa Raharja berbasis pada sistem pelayanan digital terpadu, yang terintegrasi dengan stakeholder mulai dari Laporan Kecelakaan online dan realtime dengan IRSMS Korlantas Polri dan host to host dengan Rumah Sakit.

Untuk korban luka-luka akan ditindaklanjuti dengan system verifikasi rawatan online, realtime dan professional pada biaya rawatan korban, juga Kerjasama dengan holding farmasi untuk memastikan data penggunaan obat telah sesuai dan tak lupa sinergi dengan provider dan asuransi untuk jaminan pengobatan lanjutan.

Untuk korban meninggal Jasa Raharja memastikan kunjungan petugas kepada ahli waris korban, kemudian verifikasi keabsahan data kependudukan dengan Ditjen Dukcapil dan system pembayaran secara cashless.

.
.

“Jasa Raharja memiliki target kecepatan dan kemudahan penyaluran santunan untuk masyarakat, s.d November 2021 berhasil memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan layanan kepada masyarakat dimana, dari target 3 hari penyerahan santunanmeninggal dunia secara nasional terealisir menjadi 1 hari 10 jam saja,” ujar Rivan.

Lebih lanjut Rivan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas dalam setiap melakukan perjalanan. Selain karena pandemi yang belum berakhir pada periode sd November 2021 telah terjadi peningkatan kecelakaan seiring dengan peningkatan penyerahan santunan kepada masyarakat sebesar Rp2,15 triliun naik 1,7 persen dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp2,12 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, mengatakan mmenghadapi Nataru 2021, Jasa Raharja sudah menyiagakan sebanyak 2.000 personel yang tersebar di 29 kantor cabang, dan juga bergabung dalam pos kesehatan terpadu di 60 lokasi.

Selain itu, pengoperasian armada operasional sejumlah 214 unit kendaraan roda 4 (Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas, Mobil Jasa Raharja Reaksi Cepat, dan kendaraan operasional) dan 500 unit kendaraan roda 2 di wilayah kantor cabang seluruh Indonesia, serta dengan pemasangan spanduk keselamatan di 1.015 titik dan distribusi 5.500 unit sarana keselamatan kepada stakeholder terkait.

“Tidak hanya fokus dalam program pelayanan pasca kecelakaan kami juga melaksanakan program yang bertujuan untuk pencegahan kecelakaan, seperti pelatihan safety riding dan safety driving, aplikasi Redspot, program sillaturahmi online Sayang JR dengan membagikan pulsa gratis kepada 5.000 orang, serta safety campaign bekerja sama dengan Jasa Marga dengan pemasangan spanduk dan pemeriksaan kondisi kendaraan berupa cek ban dan
pengisian nitrogen gratis di rest area,” ucap Dewi.

Tidak kalah pentingnya juga, Jasa Raharja telah melaksanakan Program Pelatihan Penanganan Gawat Darurat bagi masyarakat di sekitar lokasi rawan laka, yang bertujuan agar penanganan korban kecelakaan dapat mengurangi risiko fatalitas yang tidak diinginkan

“Diharapkan dengan adanya dukungan dari Jasa Raharja, operasi Lilin tahun 2021 dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan ibadah Natal dan Tahun Baru 2022. Keterlibatan peran aktif Jasa Raharja dalam pengamanan operasi Lilin ini sebagai perwujudan negara hadir bagi korban kecelakaan angkutan umum, dan lalu lintas jalan,” tutup Dewi. (An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.