Petugas Gabungan Dari TNI-Polri dan Puskeswan Periksa SKKH Yang Memasuki Pasar Hewan Selagalas

Mataram NTB – Kembali di bukanya Pasar Hewan, Kodim 1606/Mataram laksanakan pengamanan dan penyekatan dalam mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pasar Hewan Selagalas, Lingkungan Selagalas Baru, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram Selasa (13/9/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa jajaran Kodim 1606/Mataram bersama dinas terkait memantau pasar hewan selagalas.

Sertu L. Suhelman selaku Babinsa dalam laporannya menyampaikan, “hari ini bersama instansi terkait Kota Mataram melaksanakan, pemeriksaan hewan ternak sebelum di turunkan dari truck terlebih dahulu oleh tim Keswan,” jelasnya.

Ia menambahkan, “pada hari ini juga kita laksanakan pengecekan mengenai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat/surat keterangan vaksinasi PMK dari daerah asal, di mana beberapa hari lalu kita juga telah melakukan sosialisasi terhadap penjual di pasar hewan ini,” tambahnya.

Kaurlat Siops Kapten Inf Iwan Suryawinarto menjelaskan, pelaksanaan pemantauan pasar hewan selagalas oleh jajaran Babinsa Kodim 1606/Mataram, sesuai dengan perintah komando atas untuk pemantau perkembangan PMK di wilayah oprasional Kodim 1606/Mataram.

Kegiatan pemantauan PMK dipasar selagalas ini untuk memastikan masuknya hewan sapi ke pasar selagalas sudah mendapat suntikan vaksin dan wajib menunjukan kartu vaksin.

Kepala Pasar Hewan Selagas drh. Vidia Fibriyanti turut hadir memantau keiatan tersebut menambahkan, “kami juga melaksnakan Penyemprotan desinfektan terhadap hewan ternak yang hendak memasuki Pasar Hewan, Hewan ternak yg di nyatakan sehat selanjutnya di perbolehkan masuk pasar hewan, serta Hewan ternak yg di nyatakan sakit/ tidak memenuhi syarat kesehatan hewan langsung di tolak dan di minta untuk kembali ke daerah asal,” tegasnya.

“Jumlah hewan ternak yang memasuki Pasar Hewan Selagalas Hari ini Sapi Masuk 425 ekor, yang di tolak 4 ekor, Kambing 45 ekor. Bagi peternak yang hewan ternaknya di tolak langsung di pisahkan dan di suruh kembali oleh petugas gabungan dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Dinas Perhubungan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.