Peringati HMPI dan Capai NZE 2050, PLN Tanam 15.800 Bibit Pohon Hutan Energi

Mataram, NTB/zaman – Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh setiap 28 November 2022, PLN menggelar aksi menanam pohon yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Di NTB, aksi penanaman bibit pohon ini digelar serentak di dua lokasi, yakni di di area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, dan juga PLTU Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat.

Di PLTU Taliwang, aksi menanam pohon ini dilakukan dengan menggandeng Kelompok Tani Bonto Saile Sumbawa Barat dan juga Komunitas Hijau Biru serta Dinas Lingkungan Hidup setempat. Sebanyak 15.800 bibit pohon ditanam di dua lokasi tersebut, yang terdiri dari bibit untuk hutan energi dan juga tanaman hortikulultura.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Julmansyah, yang hadir di PLTU Jeranjang menyambut baik aksi ini sebagai upaya kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan masuknya NTB dalam program NTB Net Zero Emission pada tahun 2050, yang disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah pada Glasgow Climate Pack.

“Program NTB Net Zero Emission 2050 akan berfokus pada pengurangan emisi. Selain itu, fokus kami saat ini adalah mengkaji manajemen stok co firing yang digunakan industri secara umum dan pada pembangkit khususnya PLTU Jeranjang”, jelas Julmansyah.

Julmansyah juga menjelaskan dalam prosesnya, NTB juga belajar dari Denmark sebagai salah satu negara implementator co firing di Eropa.

Sementara itu, General Manager PLN NTB, Sudjarwo menyebut bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk komitmen untuk tetap menjaga dan berkontribusi terhadap lingkungan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kegiatan ini merupakan aksi serta implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) No 13 yaitu mengambil aksi segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya dengan target menguatkan daya tahan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya hal-hal yang berkaitan dengan iklim dan bencana alam.

“Kami optimis untuk terus mengambil peran dalam memerangi perubahan iklim melalui program-program yang dapat berdampak langsung pada alam. Selain itu, tentunya kegiatan hari ini merupakan dukungan nyata kami untuk mensukseskan Net Zero Emission di NTB tahun 2050”, ujar Djarwo.

Adapun beberapa jenis bibit yang ditanam seperti Gamal, Lamtoro, Turi, Kayu Banten, Waru, Kelor, Jagung dan Kaliandra, yang akan difokuskan untuk sumber hutan energi. Tanaman ini merupakan jenis yang dapat dipergunakan dalam mendukung program Co-Firing di PLTU Jeranjang dan PLTU Taliwang.

Selain itu, beberapa jenis tanaman hortikultura seperti kacang komak, tomat, cabe, dan terong serta tanamam buah seperti buah naga, sawo dan anggur juga ikut ditanam pada kegiatan tersebut.

Aksi ini ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Green Living Ecosystem and Energy yang diresmikan oleh Bapak Gubernur NTB beberapa waktu yang lalu di Taliwang, Kab. Sumbawa Barat. Co firing sendiri merupakan proses substitusi sebagian atau seluruh bahan bakar batubara dengan biomassa sehingga menciptakan ekonomi sirkular untuk masyarakat setempat.

“Semoga upaya yang kami lakukan hari ini dapat membuahkan hasil yang maksimal, untuk bumi kita yang hijau, yang nantinya akan dinikmati oleh anak cucu kita di masa depan”, ujar Djarwo. (dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *