Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Urai Kemacetan Saat Nyongkolan

Lombok Barat, NTB – Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) . kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan di iringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok penabuh rebana, atau disertai Gendang beleq pada kalangan bangsawan.

Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak di lakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak ±1-2 km dari rumah mempelai wanita. Guna memastikan prosesi adat tersebut berjalan dengan amanan dan lancar, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Eyat Mayang melaksanakan pengamanan di Dusun Kebon Talo, Desa Labuhan Tereng,  Kecamatan Lembar,  Lombok Barat, Selasa Sore (20/12/2022).

Dalam laporannya Babinsa Eyat Mayang Sertu I Nengh Wijaya Antara menjelaskan, “pengaman Nyongkolan yang kami lakukan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman selama kegiatan berjalan, sekaligus mengantur arus kendaraan yang di lalui agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.

“di mana Nyongkolan tersebut di iringi oleh dua musik kesenian yakni Kecimol dan Gendang Beleq yang dapat menyebabkan kemacetan di jalur yang merupakan akses ke Pelabuhan Gili Mas,” terangnya.

Ia juga menghimbau, “sebelum kami bersama Bhabinkamtibmas mengingatkan kepada para pemuda untuk mematuhi peraturan yang sudah di buat oleh orang tua mempelai laki-laki agar tertib selam perjalan, guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *