BeritaNews

Dampak Cuaca Ekstrim, 185 Ribu Pelanggan Alami Gangguan Listrik

65
×

Dampak Cuaca Ekstrim, 185 Ribu Pelanggan Alami Gangguan Listrik

Sebarkan artikel ini

LombokPrime.com– Hujan disertai angin kencang yang terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Lombok sejak semalam (23/12), mengakibatkan banyak pohon tumbang yang menimpa tiang listrik PLN.

Hingga pagi ini, petugas PLN terus berjibaku melakukan perbaikan pada jaringan terdampak cuaca ekstrem (23/11). Tercatat, sebanyak 22 tiang Jaringan Tegangan Menengah miring dan roboh, serta 666 gardu distribusi yang menyuplai listrik untuk 185.498 pelanggan mengalami kerusakan.

Wiedhyarno Arief, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mataram menyebut daerah yang terdampak padam akibat cuaca ini cukup luas, di antaranya di sebagian Kota Mataram, seperti Pagutan, Monjok, sebagian wilayah Kab. lombok Barat yakni Gunung Sari, Parampuan, Gerung dan sebagian daerah di Kab. lombok Tengah yaitu Selong Belanak, Montong Gamang, Aik Bukak, Pododol dan beberapa daerah lain di Lombok Tengah Gerung,

“Mohon maaf bagi pelanggan yang terdampak padam. Lokasi terdampak cuaca sangat luas. Seluruh tim saat ini sedang berada di lapangan untuk melakukan perbaikan”, tutur Wiedhy.

Wiedhy juga menjelaskan sebanyak 231 personel gabungan diterjunkan untuk mempercepat proses penormalan. Untuk mempercepat penormalan, suplai listrik juga dialihkan dari jalur yang lain atau dimanuver.

“Kondisi di lapangan yang masih hujan angin, menjadai salah satu kendala dalam proses perbaikan. Namun, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Apabila diperlukan, kami akan kerahkan lebih banyak lagi supaya perbaikan bisa segera teratasi. ”, jelas Wiedhy.

Wiedhy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati hati dan waspada, utamanya apabila melintas di daerah yang rawan longsor, terlebih pada saat kondisi cuaca hujan angin.

“Mohon kerja sama dari masyarakat, apabila menemukan kondisi jaringan yang sekiranya berpotensi bahaya, untuk dapat segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile untuk dapat segera kami tindaklanjuti”, tutup Wiedhy.