BeritaBisnis

Kendalikan Inflasi, Bapanas Fasilitasi NTB Gelar 16 Kali Pasar Murah

89
×

Kendalikan Inflasi, Bapanas Fasilitasi NTB Gelar 16 Kali Pasar Murah

Sebarkan artikel ini

Mataram, NTB/zaman – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memfasilitasi Pemerintah Provinsi NTBmelalui Dinas Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat untuk menggelar 16 kali kegiatan pangan murah dalam rangka mengendalikan inflasi.

Kegiatan pangan murah sudah kali pertama digelar di Seganteng, Kota Mataram, pada 6 Juni 2023, bersamaan dengan launching pangan murah secara nasional.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB juga menggandeng Bank Indonesia, Perum Bulog, serta lintas organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB juga melibatkan distributor, kelompok tani (PUPM) untuk menyediakan kebutuhan dengan harga dibawah harga pasaran.
Kegiatan pangan murah ini nampak disambut antusias oleh masyarakat.

Sejak dibuka, berduyun-duyun masyarakat berbelanja. Sejumlah kebutuhan pangan disediakan. Di antaranya, beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang, cabai, tomat, produk lokal makanan kemasan, dan produk pangan lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Abdul Aziz mengatakan, secara nasional, kegiatan pangan murah dilaksanakan di 300 kabupaten/kota. Hajatannya untuk pengendalian inflasi karena potensi kenaikan harga-harga pangan.

“Kenapa dilaunching sekarang, karena bersamaan dengan HKBN (Hari Besar Keagamaan Nasional), Idul Adha. Untuk pengendalian inflasi,” jelas mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat ini.

Bapanas memfasilitasi penyiapan lapak selama 16 kali kegiatan Pangan Murah di Provinsi NTB. Rencananya dilaksanakan 2 kali, hingga 3 kali dalam sebulan, sampai akhir tahun 2013 ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pada bulan Mei 2023, Gabungan Kota di Provinsi NTB mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm), searah dengan prakiraan sebelumnya dan menurun dibandingkan inflasi bulan April 2023 yang sebesar 0,38 persen (mtm).

Penurunan inflasi pada bulan Mei 2023 terpantau sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca HBKN dan berbagai upaya pengendalian inflasi yang secara konsisten dilakukan melalui sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi NTB.

Secara tahunan, inflasi Gabungan Kota di Provinsi NTB tercatat sebesar 3,90% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan Nasional yang sebesar 4,00 persen (yoy).

Tekanan inflasi di Provinsi NTB yang terus menurun dan kembali pada rentang sasaran inflasi Nasional 3+1 persen (yoy) sejalan dengan program pengendalian inflasi TPID selama ini.

“Harapan kami, dengan pangan murah ini, harga-harga kebutuhan pangan tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak terbebani,” kata Abdul Aziz. (dn)