BeritaBudayaPariwisata

Berpetualang ke Desa Sade, Menyelami Kehidupan Suku Sasak di Lombok

61
×

Berpetualang ke Desa Sade, Menyelami Kehidupan Suku Sasak di Lombok

Sebarkan artikel ini
Desa Sade di Lombok Tengah. (YouTube)
Desa Sade di Lombok Tengah. (YouTube)

Zaman.id – Desa Sade, sebuah permata tersembunyi di Lombok Tengah, menawarkan jendela ke dalam kehidupan suku Sasak yang otentik. Meski berada di tepi jalan raya yang mulus, desa ini tetap mempertahankan keaslian dan tradisinya.

Sejarah dan budaya Desa Sade, yang terletak di Rembitan, telah menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan budaya suku Sasak. Meski modernisasi merambah ke setiap sudut, penduduk tetap berpegang teguh pada adat istiadat mereka.

Desa Sade menempati lahan seluas 5,5 hektare dengan 150 rumah tradisional berdiri megah. Setiap rumah dihuni oleh satu keluarga, dengan total penduduk sekitar 700 orang.

Rumah-rumah di desa wisata itu mencerminkan arsitektur tradisional dengan atap ijuk, kuda-kuda atap bambu tanpa paku, tembok anyaman bambu, dan lantai tanah.

Kehidupan masyarakat mayoritas penduduk Desa Sade adalah petani dan penenun. Tenunan mereka dijual di pasar atau kepada wisatawan.

Menenun adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh perempuan Sade sebelum mereka bisa menikah.

Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah telah menjadikan Desa Sade sebagai desa wisata karena keunikan budaya dan tradisinya.

Desa Sade menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan untuk menyaksikan langsung kehidupan masyarakat adat Sasak. Anda juga bisa merasakan budaya serta tradisi mereka.

Oleh karena itu, Desa Sade adalah destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi saat Anda berada di Pulau Lombok, Provinsi NTB.

Jika Anda berencana mengunjungi objek wisata ini, perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 2 jam dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB. Jika dari Bandara Internasional Lombok, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. (dn)