Global

Ukraina Merasa Dikhianati, G20 Dianggap Tidak Berani Hadapi Rusia

50
×

Ukraina Merasa Dikhianati, G20 Dianggap Tidak Berani Hadapi Rusia

Sebarkan artikel ini
Ukraina Merasa Dikhianati, G20 Dianggap Tidak Berani Hadapi Rusia
G20 di New Delhi, India. Photo: Reuters/Evelyn Hockstein

New Delhi – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di New Delhi, India pada 9-10 September 2023 berhasil menghasilkan deklarasi consensus. Menyerukan perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional dalam menyelesaikan konflik di Ukraina.

Deklarasi ini dianggap menghindari kecaman langsung terhadap Rusia, dari tuduhan negara-negara Barat terhadap rusia yang melakukan agresi militer dan aneksasi teritorial di Ukraina.

Semua Negara Harus Menahan Diri

Deklarasi KTT G20 menyatakan bahwa semua negara harus menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan. Untuk mencari akuisisi teritorial yang bertentangan dengan integritas teritorial dan kedaulatan atau kemerdekaan politik negara mana pun.

Deklarasi ini juga menegaskan bahwa tidak dapat menerima penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir.

Perdana Menteri India Narendra Modi, yang menjadi tuan rumah KTT G20, mengumumkan pengadopsian deklarasi ini pada hari pertama pertemuan puncak.

“Dengan kerja keras semua tim, kami telah menerima konsensus mengenai Deklarasi KTT Pemimpin G20. Saya mengumumkan penerapan deklarasi ini,” kata Modi. Langsung di depan Presiden AS Joe Biden dan kepala negara dari seluruh dunia.

Konsensus ini mengejutkan mengingat G20 terpecah belah dalam soal perang di Ukraina. Negara-negara Barat sebelumnya mendorong kecaman keras terhadap Rusia, sementara negara-negara Barat lainnya menuntut fokus kepada isu-isu ekonomi yang lebih luas.

Namun, baik Rusia maupun AS menyatakan puas dengan hasil KTT G20. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa deklarasi ini mencerminkan posisi bersama G20 tentang Ukraina.

Serta menunjukkan komitmen untuk mencari solusi damai. Presiden AS Joe Biden juga mengapresiasi deklarasi ini sebagai langkah penting. Untuk mengurangi ketegangan dan mendorong dialog antara Rusia dan Ukraina.

Tidak Diundan, Ukraina: Tidak Ada yang Bisa Dibanggakan

Sementara itu, lantaran tidak mengundang ukraina dalam KTT G20, lantas Ukraina menyuarakan kekecewaannya terhadap deklarasi ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko mengatakan bahwa deklarasi ini “tidak ada yang bisa dibanggakan”. Lantaran tidak menyebut nama Rusia secara spesifik sebagai pelaku agresi.

Deklarasi KTT G20 juga menyentuh isu-isu lain seperti perubahan iklim, pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi global, reformasi sistem perdagangan multilateral, dan kerja sama digital. Para pemimpin G20 berkomitmen untuk meningkatkan aksi kolektif dan solidaritas untuk mengatasi tantangan global tersebut.