BeritaBreaking NewsDaerahNews

Tingkatkan Awareness Guna Mendukung UMKM NTB, BI Berikan Bimbingan Urgensi Sertifikasi Halal

52
×

Tingkatkan Awareness Guna Mendukung UMKM NTB, BI Berikan Bimbingan Urgensi Sertifikasi Halal

Sebarkan artikel ini

Lombokprime.com- Untuk meningkatkan awarenesserta mendukung fasilitasi pelaku usaha di NTB untuk mendapatkan sertifikat halal. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menyelenggarakan acara “Seminar Urgensi Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM di Provinsi NTB, yang diikuti oleh   300 peserta terdiri dari para pelaku UMKM di Provinsi NTB, berlangsung bertempat di Auditorium UIN Mataram. Rabu (22/6)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Heru Saptaji menyatakan, menyampaikan bahwa ekonomi syariah (eksyar) saat ini telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang didorong oleh beberapa faktor, utamanya karena negara-negara Organization of the Islamic Conference (OIC) mulai memfokuskan pengembangan pasar produk halal dan nilai-nilai etika islam yang mendasari praktik bisnis, serta halal lifestyle mulai banyak diterapkan.

“Tidak hanya Korea Selatan, beberapa negara seperti Tiongkok, Thailand, Australia, hingga Inggris telah menjadi pemain dalam pasar produk halal dan berperan dalam pengembangan eksyar di dunia,”ucapnya

Lebih lanjut Heru menegaskan bahwa pengembangan eksyar di Indonesia sendiri tetap tumbuh di tengah tantangan pemulihan ekonomi nasional dimana berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2022 yang dirilis Dinar Standard, Indonesia terbukti mampu mempertahankan posisi ke-4 dunia dalam hal pengembangan ekosistem eksyar yang kuat dan sehat. Disisi lain, pengembangan halal food Indonesia juga dilaporkan menempati peringkat ke-2 dunia tahun ini.

“Namun terlepas dari keberhasilan tersebut, masih terdapat tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah dan konteks halal di masyarakat Indonesia seperti minimnya awareness masyarakat untuk melihat dan mempertimbangkan aspek halal dalam mengkonsumsi sebuah produk,” jelasnya

Sementara itu, menjaga pola konsumsi menjadi bagian yang sangat penting untuk merubah perilaku kita ke arah yang lebih baik. Tanpa awareness dan tanpa adanya perubahan perilaku kita terhadap konsumsi produk halal, maka hal tersebut akan menghambat pengembangan pasar halal maupun halal food di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Zaidi Abdad menyatakan sertifikasi halal yang menjadi sangat penting tidak hanya bagi pelaku UMKM tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Hal tersebut menimbang bahwa produk halal saat ini memiliki potensi pasar yang sangat besar baik di Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia.

“Negara-negara lain seperti Korea Selatan yang tidak memiliki mayoritas penduduk muslim namun telah mendukung pengembangan produk halal dengan baik sehingga menjadi produk idaman masyarakat di dunia. Hal ini kemudian menjadikan produk halal bukan lagi sebagai sebuah persoalan agama Islam saja tetapi juga untuk semua agama dan semua masyarakat yang sudah mulai memahami arti dari label halal yang memberikan rasa lega, aman, dan nyaman dalam mengkonsumsi sebuah produk,” katanya

Guna memanfaatkan peluang ini, Kementerian Agama RI sendiri sudah menyiapkan program penggratisan sertifikat halal dengan menargetkan 10 juta produk bersertifikat halal pada tahun 2022, dimana sebanyak 325.000 produk lokal Indonesia pada tahun 2021 telah memiliki sertifikat halal dan diharapkan produk-produk dari UMKM NTB juga bisa mendapatkan sertifikat halal tersebut.

Di Provinsi NTB, pertumbuhan ekonomi tahun 2022 mengalami peningkatan yang luar biasa yaitu di angka 7,76% dan berada di atas skala nasional 5,01% yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu dari 3 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya harus kita syukuri tetapi juga harus kita respon dengan baik dengan memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada di depan mata. Saat ini halal lifestyle sudah sedemikian masif berkembang dimana faktanya banyak tamu atau wisatawan yang datang ke daerah pasti menanyakan ketersediaan hotel syariah maupun makanan halal.