BeritaBisnisNews

PLN Gerak Cepat Tangani Listrik Pasca Banjir Bima

67
×

PLN Gerak Cepat Tangani Listrik Pasca Banjir Bima

Sebarkan artikel ini

Lombokprime.com –   Tidak  kurang dari 24 jam, gerak cepat PLN di lapangan memulihkan pasokan listrik di lokasi terdampak banjir yang melanda di sebagian wilayah Kota Bima (25/2).

 

Banjir yang terjadi di tiga kecamatan, yakni Kec. Asa Kota, Kec. Mpunda dan Kec. Rasanae Barat ini menyebabkan sembilan buah gardu listrik yang menyuplai listrik harus diputus aliran listriknya untuk sementara.

 

Jimy Indra Baskara Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bima menjelaskan sebanyak lima belas personel diturunkan untuk melakukan penormalan terhadap 1.441 pelanggan yang diputus aliran listriknya untuk sementara.

 

“Mohon maaf untuk ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan. Alhamdulillah suplai listrik sudah 100% normal pagi ini pukul 04.00 WITA. Seluruh gardu yang terdampak telah berhasil dioperasikan lagi.”, tutur Jimy.

 

Proses penormalan dilakukan oleh PLN setelah air mulai surut dengan memastikan kondisi keamanan di lokasi terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan tidak ada bahaya arus hubung singkat atau korsleting yang mungkin terjadi apabila listrik dinormalkan.

 

“Kami harus sangat berhati hati sebelum melakukan penormalan listrik. Air yang tergenang sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat karena dapat mengakibatkan arus hubung  singkat”, ujar Jimy.

 

Jimy juga mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari seluruh masyarakat dan juga stakeholder sehingga proses penormalan dapat berjalan cepat dan optimal. Tak lupa. Jimy juga terus mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB untuk selalu berhati hati dan waspada dan segera mematikan Mini Circuit Breaker yang ada di kwhmeter apabila terjadi banjir dan air masuk ke rumah. Suplai listrik harus terputus untuk menjaga keselamatan jiwa keluarga.

 

“Apabila masyarakat mengetahui adanya potensi bahaya kelistrikan, mohon kerja samanya untuk melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile. Ini untuk mencegah bahaya lebih luas”, tutup Jimy.