Hukrim

Inilah Identitas Teroris di Bekasi yang Ingin Serang Mako Brimob

83
×

Inilah Identitas Teroris di Bekasi yang Ingin Serang Mako Brimob

Sebarkan artikel ini
Polri Gagalkan Rencana Teroris di Bekasi yang Ingin Serang Mako Brimob

Jakarta – Polisi menangkap seorang terduga teroris di Bekasi berinisial DE yang berafiliasi dengan ISIS. Dari tangan DE, polisi menyita 16 pucuk senjata, termasuk senjata pabrikan dan senjata rakitan. DE mengaku ingin menyerang Markas Komando Brimob (Mako Brimob) di Kelapa Dua untuk membebaskan narapidana terorisme (napiter) di sana.

Penyitaan Senjata dan Barang Bukti Lainnya dari Terduga Teroris di Bekasi

Penangkapan DE dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror Polri. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa polisi juga mengamankan sejumlah magasin, amunisi, dan isi komputer dari DE.

“Ada 16 pucuk senjata, 11 laras pendek dan 5 laras panjang. Ada isi komputer juga yang masih didalami dan beberapa barang bukti lain,” ujar Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (15/8/2023). Melasir dari Humas Polri.

DE ditahan oleh Densus 88 untuk penyelidikan lebih lanjut. Dia mengaku telah memberikan baiat kepada ISIS dan berencana untuk melakukan aksi amaliyah di Mako Brimob dengan tujuan membebaskan napiter.

Kombes Aswin Siregar, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, menyebutkan bahwa DE memiliki sejumlah senjata dengan niatan untuk melaksanakan aksi amaliyah. Salah satu target utamanya adalah Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“DE mengaku bahwa Mako Brimob Kelapa Dua menjadi opsi utama karena terinspirasi oleh kerusuhan di Mako Brimob pada tahun 2018 dan juga film pertempuran di Ghuwairan (pembebasan napiter di Suriah),” tutur Aswin.

DE juga mengungkapkan niatnya untuk merebut gudang senjata di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dan menggunakannya untuk menyerang petugas polisi.

Latar Belakang Terduga Teroris DE

Selain itu, Aswin juga menyampaikan bahwa DE sudah bergabung dengan jaringan terorisme sebelum masuk menjadi karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI). DE bergabung dengan kelompok teroris pada 2010.

“Ya jadi dari catatan tentang status karyawannya, dia bergabung 2016 sebagai karyawan PT KAI,” kata Aswin.

Aswin menjelaskan awalnya DE menjadi jemaah Mujahidin Indonesia Barat (MIB) di Bandung, Jawa Barat, dengan pimpinan WM yang sudah tertangkap. Namun, jemaahnya bubar dan menyebar, salah satunya DE.

“Jadi setelah dia awal tadi pertama bergabung dengan MIB di Bandung menjadi jemaah WM yang sudah tertangkap itu, kemudian 2014 dia menyatakan baiat tunduk kepada Amir ISIS, kemudian 2016 baru dia terdaftar sebagai karyawan PT KAI,” ungkapnya Aswin.

Densus masih mengembangkan kasus ini. Melakukan pengembangan dengan memeriksa intensif DE dan mencari dokumen-dokumen terkait perjalanan DE di kelompok terorisme hingga mendaftar sebagai karyawan BUMN.

Tim Densus 88 menangkap DE di Jalan Raya Bulak Sentul, Harapan Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin siang, 14 Agustus 2023. DE telah menetapkannya sebagai tersangka.