Konservasi

Kisah Tujuh Kukang Jawa! dari Rehabilitasi ke Pelepasliaran di Gunung Halimun Salak

25
×

Kisah Tujuh Kukang Jawa! dari Rehabilitasi ke Pelepasliaran di Gunung Halimun Salak

Sebarkan artikel ini
Kukang Jawa

Zaman.id – Tujuh ekor kukang jawa (Nycticebus javanica), primata endemik Jawa yang terancam punah, telah dipindahkan dari pusat rehabilitasi YIARI Bogor ke kandang habituasi di blok ciawitali Resor Gunung Koneng, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelepasliaran kukang jawa yang dilakukan oleh BTNGHS bekerja sama dengan YIARI, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang konservasi spesies insitu.

Melalui akun Instagram resmi BTNGHS, @btn_gn_halimunsalak, diketahui bahwa tujuan dari pelepasliaran kukang jawa ini adalah untuk menyelamatkan satwa yang terancam akibat perdagangan ilegal dan perusakan habitat.

Hal itu dilakukan untuk mendukung keberlangsungan proses ekologi di dalam kawasan konservasi. Selain itu, pelepasliaran ini juga bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan populasi kukang jawa yang jumlahnya semakin menurun.

Kukang jawa, dengan wajah lucu dan bulu menggemaskan, tiba di kandang habituasi dalam keadaan sehat. Mereka dibagi menjadi empat kelompok, dengan tiga kelompok berisi dua individu dan satu kelompok berisi satu individu.

Di kandang habituasi, mereka akan menjalani proses adaptasi dengan lingkungan dan habitat yang baru selama tujuh hari. Selama proses ini, tim BTNGHS dan YIARI akan terus memantau mereka hingga siap untuk dilepas ke alam liar.

Selain kegiatan pelepasliaran, rangkaian ini juga melibatkan edukasi kukang jawa kepada masyarakat sekitar area pelepasliaran. Tujuannya adalah memberikan pembelajaran, informasi yang lengkap, dan meningkatkan kesadartahuan masyarakat.

Tentu saja, edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan apresiasi dan cinta masyarakat terhadap kukang jawa sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia. (*)