zaman.id – Bank Indonesia (BI) memulai langkah besar untuk memperkuat ekonomi syariah dari Pulau Lombok. Melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2026. Lembaga negara ini menargetkan realisasi pembiayaan syariah mencapai Rp11 miliar. Target tersebut menjadi salah satu fokus utama mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di KTI.
Bank Indonesia resmi membuka FESyar KTI 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7). Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, membuka kegiatan tersebut bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K Pamungkas. Ikut hadir Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, serta 22 Kepala Perwakilan BI se-Kawasan Timur Indonesia.
Penyelenggaraan FESyar KTI 2026 menjadi bentuk sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di KTI. Festival tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat untuk memperluas pemanfaatan ekonomi syariah.
Bank Indonesia Targetkan Pembiayaan Syariah Rp11 Miliar
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan perkembangan teknologi harus menjadi penggerak percepatan ekonomi syariah yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat daya saing sektor tersebut.
“Teknologi membuka peluang. Sinergi memperkuat langkah. Kolaborasi menjadi ruang untuk mempercepat pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) yang berkelanjutan,” ujar Destry.
Pada penyelenggaraan FESyar KTI 2026, Bank Indonesia menargetkan realisasi pembiayaan syariah sebesar Rp11 miliar melalui kegiatan business matching dan penguatan keuangan sosial syariah. Bank Indonesia juga membidik transaksi UMKM dan pelaku usaha syariah sebesar Rp1,5 miliar selama pelaksanaan festival.
Selain mendorong transaksi bisnis, FESyar juga memperkuat literasi ekonomi syariah. Tahun ini, Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional mencatat 3.223 peserta atau mencapai 124 persen dari target yang telah ditetapkan.
FESyar Perkuat Halal Value Chain di Kawasan Timur Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan FESyar KTI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat halal value chain di Kawasan Timur Indonesia.
Menurut Hario, pengembangan ekonomi syariah memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar mampu menciptakan ekosistem halal yang semakin kuat dan berdaya saing.
“Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, FESyar diharapkan mampu memperkuat ekosistem halal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan rantai nilai halal tidak hanya berdampak terhadap sektor keuangan syariah, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar produk halal di tingkat nasional maupun internasional.
Pemprov NTB Dorong Inovasi Produk Halal
Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif penyelenggaraan FESyar KTI 2026 di Lombok. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, menilai festival tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah.
Abul Chair mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan inovasi dan memanfaatkan teknologi digital agar produk halal daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami berharap FESyar menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong produk halal daerah agar semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Hadirkan Ratusan Produk Halal dan Puluhan UMKM
FESyar KTI 2026 melibatkan 22 provinsi di Kawasan Timur Indonesia. Festival ini menghadirkan 19 booth UMKM binaan dari 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-KTI, 111 produk Halal Mart, 34 booth kuliner, 11 booth perbankan syariah, enam lembaga wakaf, serta empat halal center.
Selain pameran produk unggulan, Bank Indonesia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung. Agenda tersebut meliputi business matching, tabligh akbar, training of trainers (ToT), sertifikasi nazhir, seminar, talkshow, gerakan sadar wakaf, hingga berbagai kompetisi.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah. Sekaligus memperluas ekosistem ekonomi syariah. Baik dari sisi komersial maupun sosial. Melalui FESyar KTI 2026. Bank Indonesia berharap kolaborasi yang terbangun mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah. Sebagai salah satu penggerak









