Bulog Bantu Penanganan Gizi 155 Balita di Lombok Timur

Perum Bulog menyasar 155 balita wasting dan underweight melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli Gizi di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Perum Bulog menyasar 155 balita wasting dan underweight melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli Gizi di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Ist)

zaman.id – Perum Bulog menyasar 155 balita wasting dan underweight melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli Gizi di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Program tersebut berlangsung pada 10–11 September 2026. Kegiatan melibatkan balita sasaran, orang tua, dan kader posyandu.

Bulog memilih Lombok Timur karena persoalan gizi dan stunting masih menjadi perhatian. Berdasarkan data konsolidasi Pemerintah Provinsi NTB per Desember 2025, prevalensi stunting di Nusa Tenggara Barat tercatat 13,39 persen. Sementara itu, prevalensi stunting Kabupaten Lombok Timur mencapai 25 persen per Juni 2026.

Desa Sakra menjadi lokasi pelaksanaan program setelah BULOG berkoordinasi dan melakukan survei bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTB serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur. Desa tersebut juga berada di wilayah Ring 1 operasional Perum BULOG.

Bulog Tekankan Edukasi Orang Tua

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Dhana Putra Prasetra, mengatakan penanganan stunting, wasting, dan underweight membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Pemberian makanan bergizi perlu berjalan bersama edukasi dan pendampingan.

Baca Juga :  Sambang Kamtibmas Humanis, Bhabinkamtibmas Polsek Belo Ajak Warga Jaga Kondusifitas Kamtibmas

Menurut dia, pengetahuan orang tua menjadi faktor penting dalam menjaga perkembangan kesehatan balita dari waktu ke waktu.

“Titik beratnya bukan di pemberian beras dan susu, tetapi bagaimana membiasakan orang tua ataupun pengasuh para balita untuk tahu bagaimana cara membawa balita dari bulan ke bulan memiliki progres kesehatan yang maksimal,” ujar Dhana.

Bulog merancang program tersebut dengan intervensi selama tiga bulan. Intervensi mencakup pemberian pangan bergizi berupa beras dan susu kepada balita sasaran.

BUMN tersebut juga memberikan magicom untuk mendukung pengolahan makanan di tingkat keluarga. Selain itu, BULOG menyediakan Antropometri Kit untuk membantu kader posyandu memantau pertumbuhan balita.

Beras Fortifikasi dan Pemantauan Gizi

Bulog memberikan beras fortifikasi FortiFit kepada balita sasaran. Beras FortiFit mengandung multivitamin dan mineral tambahan untuk mendukung kebutuhan tumbuh kembang balita.

Baca Juga :  Koramil 1606-05 Mataram Cetak Generasi Disiplin Sejak Hari Pertama Sekolah

Perusahaan negara itu memastikan produk tersebut memenuhi standar melalui pengujian laboratorium. Perusahaan menguji kandungan fortifikasi untuk memastikan produk memenuhi ketentuan yang berlaku.

Program Bulog Peduli Gizi juga memberikan edukasi dan konseling kepada orang tua serta kader posyandu. Tim melakukan pemantauan atau surveilans terhadap kondisi gizi balita selama program berlangsung.

Pendekatan tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan manfaat program. Bulog tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan dan praktik pengasuhan anak.

Perkuat Peralatan Posyandu Desa Sakra

BUMN yang bergerak di bidang pangan tersebut turut memberikan dukungan Antropometri Kit kepada Posyandu Desa Sakra. Peralatan pengukuran yang sebelumnya digunakan sudah usang dan belum memenuhi standar.

Ketersediaan peralatan baru membantu kader melakukan pengukuran secara lebih baik. Data hasil pengukuran dapat menjadi dasar pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.

Baca Juga :  Kanit Binmas Polsek Kenduruan Polres Tuban Turun Langsung Cek Tanaman Jagung Warga, Dukung Astacita Ketahanan Pangan Nasional

Program ini melibatkan berbagai pihak. Pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, kader posyandu, dan masyarakat ikut mendukung pelaksanaan Bulog Peduli Gizi.

Tim dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti juga terlibat dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat penanganan masalah gizi di tingkat masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *