Hari Santri, Ponpes Nurul Hikmah Lobar Gelar Kemah Dakwah

Hari Santri, Ponpes Nurul Hikmah Lobar Gelar Kemah Dakwah.
Hari Santri, Ponpes Nurul Hikmah Lobar Gelar Kemah Dakwah. (Ist)

zaman.id – Peringatan Hari Santri tidak harus berhenti pada seremoni tahunan. Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menghadirkan Kemah Dakwah untuk mengenalkan sejarah perjuangan santri sekaligus menanamkan nilai keagamaan kepada generasi muda.

Pesantren tersebut mengemas kegiatan dalam bentuk kepramukaan dan perlombaan keagamaan. Panitia juga melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah di luar lingkungan pesantren untuk memperluas interaksi dan mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, Dr TGH Azhar Rasyidi, mengatakan Kemah Dakwah menjadi agenda tahunan untuk menyambut Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober.

“Alhamdulillah, dalam rangka memeriahkan Hari Santri pada 22 Oktober nanti, kami di Pondok Pesantren Nurul Hikmah merangkaikannya dengan Kemah Dakwah,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Kemah Dakwah Kenalkan Sejarah Perjuangan Santri

Azhar menjelaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan Hari Santri. Pihaknya ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih membekas bagi anak-anak melalui aktivitas yang sesuai dengan usia mereka.

Baca Juga :  Gubernur NTB Tebar Satu Juta Benih Ikan di Bendungan Meninting

Menurut dia, generasi muda perlu memahami sejarah dan peran santri dalam perjuangan bangsa. Salah satu materi penting yang ingin dikenalkan ialah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad.

Azhar menilai pendekatan melalui kegiatan bersama dapat membantu anak-anak memahami makna Hari Santri secara lebih dekat. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengenal tanggal peringatannya, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang melatarbelakanginya.

“Kalau hanya sekadar seremonial peringatan Hari Santri, mungkin tidak begitu membekas. Bahkan, anak-anak kita bisa saja tidak mengetahui bagaimana sejarah dan peran santri dalam perjuangan bangsa,” tuturnya.

Melalui Kemah Dakwah, pesantren ingin memadukan pendidikan keagamaan dengan pembentukan karakter. Kegiatan kepramukaan juga menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial peserta.

Libatkan Pelajar dari Luar Pesantren

Panitia membuka kesempatan kepada pelajar dari sejumlah lembaga pendidikan di sekitar Langko untuk mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan internal pesantren, tetapi juga mencakup siswa SMP negeri dan madrasah tsanawiyah di wilayah Lingsar dan sekitarnya.

Baca Juga :  Polres Lobar Gelar Patroli Strong Point Skala Besar

Panitia menyiapkan berbagai perlombaan yang mencakup keterampilan kepramukaan dan kemampuan keagamaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelajar dari latar belakang sekolah yang berbeda.

Namun, keterbatasan lokasi membuat panitia belum dapat menampung seluruh sekolah yang ingin berpartisipasi. Azhar mengatakan pihaknya tetap ingin memperluas hubungan dengan lembaga pendidikan lain melalui kegiatan serupa.

“Kami ingin menjalin silaturahmi yang erat dengan seluruh lembaga pendidikan yang ada. Namun, untuk saat ini, kami belum mampu mengundang semuanya karena keterbatasan tempat,” ungkapnya.

Rencanakan Kemah Lebih Besar Menjelang Ramadan

Untuk memperluas jangkauan kegiatan, Pondok Pesantren Nurul Hikmah Langko tengah merencanakan kemah dengan skala lebih besar menjelang Ramadan mendatang. Panitia masih mematangkan rencana tersebut agar kegiatan berikutnya dapat melibatkan peserta dari berbagai kabupaten.

Baca Juga :  Kodim 1606/Mataram Tebar Kepedulian Lewat Qurban Idul Adha

Azhar berharap Kemah Dakwah memberikan pengalaman positif yang dapat peserta terapkan di lingkungan keluarga dan sekolah. Ia juga ingin peserta membawa semangat kebersamaan serta nilai keagamaan setelah kegiatan berakhir.

Melalui kegiatan tersebut, Nurul Hikmah berupaya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai sarana pendidikan karakter. Pesantren berharap generasi muda semakin mengenal sejarah perjuangan santri dan menerapkan nilai kedisiplinan, dakwah, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *