Politik

TGB: Pilpres Bukan Perang, Mari Berlomba-Lomba dalam Kebaikan

22
×

TGB: Pilpres Bukan Perang, Mari Berlomba-Lomba dalam Kebaikan

Sebarkan artikel ini
Pilpres 2024
Wakil Ketua Koordinator TPN Ganjar-Mahfud, TGB HM Zainul Majdi. (ist)

Zaman.id – Masyarakat harus menjadikan momen Pemilu 2024 sebagai ajang fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Koordinator Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, TGB HM Zainul Majdi.

Pada saat menghadiri acara pengajian dan doa bersama untuk Ganjar-Mahfud di GOR Hamzanwadi, Pancor Lombok Timur, Sabtu (13/1/2024), TGB menyampaikan penekanan ini.

Sebagai Ketua Harian Nasional Partai Perindo, TGB melanjutkan bahwa kontestasi Pilpres bukanlah ajang untuk saling menjatuhkan. Termasuk saat berada di media sosial, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedsos.

“Pertarungan Pilpres bukanlah perang saling menjatuhkan. Kita tidak boleh menggunakan media sosial untuk menghujat, menjatuhkan kehormatan, apalagi memfitnah calon yang lain,” katanya.

TGB juga menekankan pentingnya menghormati bulan Rajab yang saat ini sedang berlangsung. Rajab adalah bulan yang agung di sisi Allah. Kemuliaan dan keutamaannya tidak dapat disaingi oleh bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, dilarang untuk berperang atau bermusuhan dengan orang lain.

“Jadi, ingatlah hal ini. Jika ada orang yang mengumpat dan menghina, biarkan saja. Kita harus memberikan nasihat, jika tidak bisa, biarkan saja,” ujarnya kepada seluruh hadirin.

Gubernur NTB periode 2008-2018 ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat perdamaian di Indonesia menjelang pencoblosan nanti. Ia menyebut bahwa Pilpres adalah ajang untuk adu gagasan dan visi-misi, bukan untuk saling menjatuhkan satu sama lain.

“Kita harus terus merawat semangat perdamaian ini. Oleh karena itu, kita harus menjalani proses ini dengan kerja keras tanpa menjatuhkan, tanpa mengumpat, apalagi memfitnah orang lain,” ucap Doktor Ahli Tafsir Al-Quran itu.

Momen Pemilu 2024 seharusnya menjadi ajang untuk memperlihatkan kemampuan dan kualitas calon pemimpin. Bukan hanya berbicara tentang kelemahan calon yang lain, tetapi juga mengungkapkan gagasan dan visi-misi yang jelas untuk memajukan negara. Dalam konteks ini, masyarakat diharapkan untuk memilih calon berdasarkan pemahaman yang matang dan informasi yang akurat.

Sebagai bagian dari masyarakat, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana yang kondusif dan menghindari penyebaran berita bohong atau fitnah yang dapat memicu konflik.

Dalam era digital ini, media sosial memiliki peran yang besar dalam menyebarkan informasi. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial dan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya.

Lebih dari itu, momen Pemilu 2024 juga dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam kontestasi politik, perbedaan pendapat dan pilihan adalah hal yang wajar.

Namun, kita harus tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Kita harus menjaga kerukunan dan kebersamaan sebagai pondasi kuat dalam membangun negara yang maju dan adil.

Pemilu adalah proses demokrasi yang penting bagi negara kita. Oleh karena itu, kita harus melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas.

Mari kita jadikan momen Pemilu 2024 sebagai ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan memperkuat semangat perdamaian serta persatuan bangsa. (rh)