Ibadah Haji

Jemaah Haji Dibekali Kerikil Lontar Jumrah dan Snack Berat Sejak dari Arafah

8
×

Jemaah Haji Dibekali Kerikil Lontar Jumrah dan Snack Berat Sejak dari Arafah

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji Dibekali Kerikil Lontar Jumrah dan Snack Berat Sejak dari Arafah

Zaman.id – Pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M ini, untuk kali pertama Indonesia akan menerapkan skema murur dalam pola pergerakan jemaah di masa puncak haji. Murur adalah mabit (bermalam) dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.

Skema murur ini, rencananya 25 persen jemaah haji Indonesia atau sekitar 55 ribu orang yang akan mengikutinya. Mereka yang akan menjadi prioritas ikut dalam skema murur ini adalah para jemaah dengan risiko tinggi (risti), lanjut usia (lansia), disabiltas, serta para pendamping lansia.

Ritual Ibadah Haji

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Subhan Cholid, menjelaskan bahwa penerapan murur ini sebagai ijtihad serta ikhtiar untuk menjaga keselamatan jiwa jemaah haji Indonesia. Di samping itu, menurut Subhan, pemerintah juga telah memikirkan bagaimana ritual pelaksanaan ibadah haji yang harus sesuai dengan syariah.

“Termasuk, kita juga telah memikirkan penyediaan kerikil untuk lontar jumrah. Jadi, meski pun tidak turun di Muzdalifah jemaah tidak perlu khawatir tidak dapat kerikil. Itu kami bekali sejak jemaah ada di Arafah,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Makkah, Jumat (7/6/2024).

“Pihak Mashariq menyiapkan kantong berisi kerikil sejumlah 70 buah. Ini cukup untuk keperluan lontar jumrah Aqobah hingga selesai nafar tsani,” imbuhnya.

Pemberian kerikil ini, lanjut Subhan, akan bersamaan dengan pemberian snack berat yang bertujuan sebagai layanan konsumsi di Muzdalifah.

“Jadi nanti, di saat jemaah di Arafah, akan ada pembagian kantong kerikil beserta snack berat untuk di Muzdalifah. Nah ini dua-duanya jemaah membawanya. Jangan meninggalkan di Arafah ya,” pesan Subhan.

“Jemaah mengkonsumsi snacknya saat di Muzdalifah, terutama bagi mereka yang tidak ikut murur. Sambil menunggu pemberangkatan ke Mina bisa sambil konsumsi snack berat. Sementara, untuk kantong kerikilnya nanti akan kita gunakan saat melakukan lontar jumrah di Mina,” sambungnya.