Berita  

Wujudkan Ketahanan Pangan, Sinergi Polri dan Petani Kawal Penyerapan 10 Ton Jagung di Gudang Bulog

Sinergi Polri dan Petani Kawal 10 Ton Jagung ke Bulog
Sinergi Polri dan Petani Kawal 10 Ton Jagung ke Bulog

Lombok Barat — Dalam upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia, jajaran Kepolisian Sektor Sekotong, Polres Lombok Barat, terus menunjukkan komitmennya di lapangan. Pada Selasa, 12 Mei 2026, personel Bhabinkamtibmas Desa Kedaro melaksanakan pengawalan ketat terhadap proses distribusi dan penyerapan hasil panen jagung milik kelompok tani (Poktan) setempat.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hasil jerih payah petani lokal dapat terserap secara maksimal oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan monitoring ini difokuskan di Gudang Bulog Trisno Adi Narmada, Kabupaten Lombok Barat, yang menjadi titik sentral penerimaan komoditas pangan dari berbagai wilayah di sekitarnya.

Memastikan Standar Kualitas dan Transparansi Penyerapan

Proses penyerapan jagung tidak hanya sekadar pengiriman barang, namun melibatkan pemeriksaan kualitas yang cukup ketat guna memenuhi kriteria nasional. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi berfungsi untuk mendampingi para petani agar proses bongkar muat dan penilaian kualitas berjalan transparan tanpa kendala administratif maupun teknis.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, jagung kiriman dari Poktan Desa Kedaro dinyatakan telah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan oleh Bulog. Hal ini mencakup kadar air yang terjaga di bawah 14 persen, yang merupakan standar krusial untuk memastikan daya simpan komoditas dalam jangka panjang. Selain itu, pengemasan juga telah dilakukan secara rapi menggunakan karung berukuran 70 kilogram sesuai prosedur operasional standar.

Baca Juga :  PLN Lakukan Program Kolaborasi Keandalan Operasi dan Pemeliharaan Sistem Distribusi Jelang Ramadan 1446 H

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom, menegaskan bahwa peran kepolisian dalam menjaga ketahanan pangan adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk memastikan stabilitas ekonomi di tingkat desa.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa seluruh proses penyerapan hasil panen warga, khususnya dari Desa Kedaro, berjalan lancar di Gudang Bulog. Ini adalah bentuk dukungan nyata Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan petani mendapatkan haknya dan hasil panen mereka terserap dengan spesifikasi yang tepat,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangan resminya.

Capaian Signifikan dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA tersebut, tercatat sebanyak 10.010 kilogram atau lebih dari 10 ton jagung berhasil terserap oleh pihak Bulog. Jumlah ini merupakan angka yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan para petani di Desa Kedaro, mengingat penyerapan oleh lembaga resmi negara memberikan jaminan harga yang lebih stabil dibandingkan pasar bebas yang fluktuatif.

Baca Juga :  Patroli Dialogis, Polsek Sanggar Pantau Aktivitas Masyarakat di Malam Hari dan Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa pendampingan ini dilakukan agar tidak ada distorsi informasi antara petani dan pihak penerima di gudang. Kehadiran petugas kepolisian memberikan rasa aman bagi kedua belah pihak, sehingga transaksi dan penyerahan komoditas dapat diselesaikan dengan tertib.

“Alhamdulillah, total jagung yang terserap hari ini mencapai sepuluh ton lebih. Semua masuk dalam spesifikasi Bulog, baik dari segi kadar air maupun berat per kemasan. Dengan sinergi yang baik antara Polri, pemerintah, dan kelompok tani, kita optimis ketersediaan pangan daerah akan tetap terjaga,” lanjut Kapolsek Sekotong.

Dampak Positif bagi Stabilitas Ekonomi Desa

Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat memotivasi kelompok tani lainnya di wilayah Sekotong untuk terus meningkatkan kualitas produksi mereka. Kepolisian sektor Sekotong melalui Bhabinkamtibmas berjanji akan terus melakukan pengawalan serupa di masa mendatang, tidak hanya pada komoditas jagung, tetapi juga hasil bumi lainnya yang menjadi pilar ekonomi warga.

Baca Juga :  Flag Off Mudik Gratis BUMN 2025: Kementerian BUMN Lepas Puluhan Ribu Peserta Mudik ke 200 Kota Tujuan

Hingga berakhirnya kegiatan di Gudang Bulog Trisno Adi Narmada, situasi dilaporkan tetap aman dan kondusif. Kelancaran proses ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektoral antara aparat keamanan dan sektor pertanian sangat efektif dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lombok Barat. Dengan terserapnya hasil panen ini, diharapkan daya beli masyarakat desa meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh dari akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *