Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong penguatan sektor riil melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dengan fokus pada komoditas kakao. Program tersebut memperkuat ekosistem usaha petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, memilih komoditas kakao karena memiliki potensi ekonomi yang besar dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.
OJK NTB menilai pengembangan kakao dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah berbasis sektor pertanian.
Fokus Pengembangan Kakao untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Rudi Sulistyo menjelaskan bahwa OJK NTB telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kelompok petani kakao di Lombok Utara. OJK juga membangun kerja sama lintas sektor yang melibatkan lembaga pembiayaan dan perusahaan asuransi untuk memperkuat rantai usaha petani kakao.
OJK NTB menggelar sejumlah forum diskusi dengan petani di Mataram untuk memetakan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, OJK menghimpun berbagai kebutuhan petani sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan klaster kakao.
Dari hasil pemetaan tersebut, OJK NTB menemukan bahwa petani membutuhkan akses pembiayaan untuk pengembangan usaha tani. Selain itu, petani juga memerlukan kepastian pasar melalui kehadiran offtaker atau pihak penampung hasil produksi kakao.
Petani Masih Minim Perlindungan Asuransi
OJK NTB mencatat bahwa sebagian besar petani kakao belum memiliki perlindungan asuransi. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi risiko bagi keberlanjutan usaha tani, terutama ketika terjadi gagal panen atau gangguan produksi.
“Sebagian petani membutuhkan pembiayaan, sebagian lainnya membutuhkan kepastian pasar. Namun perlindungan asuransi masih belum menjadi perhatian utama, padahal sangat penting,” ujar Rudi Sulistyo dalam keterangannya.
OJK NTB kemudian berupaya menjembatani petani dengan sejumlah perusahaan offtaker dari luar daerah. Pihak terkait melakukan langkah tersebut untuk memastikan hasil kakao dari NTB memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.
Sinergi Program PED dengan Pembangunan Daerah
Sebelumnya, OJK NTB juga telah mengembangkan beberapa komoditas unggulan lain seperti udang, tuna, dan rumput laut. Namun, kakao dinilai memiliki kesiapan ekosistem yang lebih kuat untuk dikembangkan dalam Program PED saat ini.
Selain itu, OJK NTB turut menyinergikan program pengembangan kakao dengan program Pemerintah Provinsi NTB, termasuk inisiatif Desa Berdaya. Sinergi tersebut bertujuan agar pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan dampak yang lebih luas.
Melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah, OJK NTB berharap terbentuk ekosistem kakao yang kuat mulai dari akses pembiayaan, perlindungan usaha melalui asuransi, hingga kepastian pasar.
Penguatan tersebut mendorong komoditas kakao menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani di NTB.











