Mataram, NTB – Kepanikan menyelimuti Lingkungan Banjar, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, wilayah teritorial Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan. Asap pekat disusul kobaran api mendadak muncul dari atap rumah milik Bapak Nurinah (65), memaksa warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Berkat kepedulian masyarakat yang bergerak cepat, dibantu aparat serta petugas pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dijinakkan sebelum merambat ke bangunan lain, Minggu sore (28/6/2026).
Binatara Pembina Desa (Babinsa) Banjar, Koramil 1606-09/Ampenan Serka Joko Mulyono, menjelaskan Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.05 WITA. “Berdasarkan informasi di lokasi, api pertama kali diketahui oleh Ibu Nurinah setelah melihat kobaran api muncul dari bagian plafon kamar rumahnya. Tanpa berpikir panjang, ia segera berteriak meminta pertolongan kepada para tetangga.” Tuturnya.
“Mendengar teriakan tersebut, warga Lingkungan Banjar langsung berdatangan membawa peralatan seadanya. Dengan semangat gotong royong, mereka berupaya memadamkan api menggunakan air yang diambil dari aliran kali di sekitar lokasi sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran,” tambah Serka Joko Mulyono.
Tidak berselang lama, sekitar pukul 17.15 WITA, tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram tiba di lokasi. Dipimpin oleh petugas pemadam di antaranya Irwan dan Taniri bersama tim, proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan dukungan penuh masyarakat setempat.
“Berkat koordinasi yang baik, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.25 WITA, dan seluruh proses penanganan dinyatakan selesai dalam kondisi aman pada pukul 17.30 WITA,” tegas Irwan, Anggota Damkar Kota Mataram.
Lurah Banjar Sapardi, S.IP., yang turut membantu bersama kepala lingkungan Banjar Samsudin Fajar, dan Ketua RT.04 Musnik menerangkan, “Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik yang diperparah oleh kondisi bangunan rumah yang sudah rapuh. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, sebagian besar perabotan rumah tangga milik korban tidak dapat diselamatkan akibat dilalap api,” ucapnya.
Di tengah musibah tersebut, kehadiran Babinsa bersama aparat kelurahan menjadi bagian penting dalam membantu proses pengamanan lokasi, memberikan rasa tenang kepada korban, sekaligus memastikan penanganan berlangsung tertib. Sinergi antara aparat, petugas pemadam kebakaran, pemerintah kelurahan, ketua RT, kepala lingkungan, dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama saat menghadapi bencana.
Irwan berpesan, “Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang telah berusia tua. Langkah pencegahan sederhana dapat menjadi upaya efektif untuk menghindari musibah serupa di kemudian hari,” tutup anggota Damkar Kota Mataram.











