300 Calon Haji Khusus Muhsinin Antre Berangkat dari NTB

300 Calon Haji Khusus Muhsinin Antre Berangkat dari NTB.
300 Calon Haji Khusus Muhsinin Antre Berangkat dari NTB. (Ist)

zaman.id – Tidak semua calon jemaah Haji Khusus harus menunggu hingga enam atau tujuh tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Pengalaman Muhsinin Tour and Travel menunjukkan sebagian jemaah justru dapat berangkat dalam waktu sekitar empat tahun setelah mendaftar. Informasi itu menjadi salah satu alasan perusahaan terus mempererat komunikasi dengan calon jemaah sejak masa antrean.

Direktur Utama Muhsinin Tour and Travel H. Ahmad Muharis mengatakan pihaknya telah mendaftarkan 300 calon jemaah dalam sistem penyelenggaraan haji khusus.

“Yang sudah terdaftar dalam sistem kami kurang lebih sekitar 300 orang. Kami mulai mendapatkan izin penyelenggaraan Haji Khusus pada 2021, dan jemaah yang berangkat tahun lalu merupakan mereka yang mendaftar pada 2022,” ujar Ahmad Muharis saat kegiatan Silaturahmi Calon Jemaah Haji Khusus di Mataram, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, pengalaman tersebut membuktikan masa tunggu Haji Khusus tidak selalu mencapai enam hingga tujuh tahun sebagaimana perkiraan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, sebagian jemaah Muhsinin telah memperoleh kesempatan berangkat setelah menunggu sekitar empat tahun sesuai urutan nomor porsi.

Muhsinin Bangun Hubungan dengan Calon Jemaah Sejak Masa Antrean

Muhsinin Tour and Travel menggelar kegiatan silaturahmi sebagai upaya mempererat hubungan dengan calon jemaah sekaligus memberikan informasi mengenai perkembangan antrean, nomor porsi, hingga persiapan keberangkatan.

Baca Juga :  Personel Polsek Bolo Amankan Kepulangan 138 Jamaah Haji Kloter XI Asal Kecamatan Bolo, Madapangga, Soromandi dan Donggo

Ahmad Muharis menilai komunikasi sejak awal penting agar calon jemaah mengenal manajemen penyelenggara serta memperoleh kepastian mengenai proses yang sedang berjalan.

“Kami ingin membangun hubungan yang baik dengan calon jemaah supaya mereka merasa menjadi keluarga besar Muhsinin. Mereka bebas bertanya kapan berangkat, perkembangan porsi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Haji Khusus,” katanya.

Muhsinin menargetkan pemberangkatan sekitar 35 jemaah pada musim haji tahun depan. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila pemerintah menetapkan tambahan kuota Haji Khusus secara nasional.

Ia menegaskan seluruh proses pemberangkatan mengikuti sistem antrean berdasarkan nomor porsi. Karena itu, tidak ada mekanisme percepatan keberangkatan di luar ketentuan yang berlaku.

“Ini sistem. Tidak bisa dipaksakan harus berangkat tahun ini. Semua berdasarkan urutan porsi yang ditetapkan,” ujarnya.

Kuota Haji Khusus Nasional Capai Sekitar 17 Ribu Jemaah

Ahmad Muharis mengatakan kuota Haji Khusus secara nasional saat ini mencapai sekitar 17 ribu jemaah atau sekitar delapan persen dari total kuota Haji Reguler Indonesia.

Menurutnya, Muhsinin menjadi penyelenggara Haji Khusus yang telah memberangkatkan jemaah asal Nusa Tenggara Barat.

“Saat ini yang sudah memberangkatkan Haji Khusus dari NTB adalah Muhsinin. Mungkin ada penyelenggara lain yang sudah memiliki izin, tetapi belum melakukan pemberangkatan,” katanya.

Baca Juga :  Rayakan Tahun Baru 2025, PLN NTB Siapkan SPKLU di Lokasi Strategis

Ia menambahkan, Muhsinin tidak hanya memberikan fasilitas kepada jemaah, tetapi juga membimbing pelaksanaan ibadah mereka selama berada di Tanah Suci.

Ahmad Muharis mengaku telah berkecimpung dalam penyelenggaraan Haji Khusus sejak 1995, meski Muhsinin Tour and Travel sebagai badan usaha memperoleh izin operasional pada 2021.

“Tim kami memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan Haji Khusus. Yang kami utamakan adalah pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan Nabi, bukan sekadar memberikan fasilitas,” ujarnya.

Ia mencontohkan para pembimbing membimbing jemaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara utuh, termasuk melaksanakan mabit di Muzdalifah hingga waktu Subuh sesuai tuntunan yang mereka terapkan.

Biaya Mulai 16.000 Dolar AS, Setoran Awal Rp80 Juta

Ahmad Muharis mengatakan Muhsinin memberikan fasilitas layanan yang relatif setara dengan penyelenggara Haji Khusus lainnya. Jemaah memperoleh akomodasi hotel berbintang serta layanan sesuai standar penyelenggaraan.

Muhsinin mengedepankan tenaga pendamping asal NTB karena mereka lebih memahami karakter dan kebutuhan jemaah daerah.

Penyelenggara haji khusus saat ini mempertahankan biaya program Haji Khusus sebesar 16.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp250 juta hingga Rp270 juta, bergantung pada nilai tukar.

Calon jemaah hanya perlu menyiapkan dokumen berupa KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan pasfoto untuk proses pendaftaran. Jemaah membayar setoran awal sebesar 4.500 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp80 juta untuk memperoleh nomor porsi. Setelah itu, jemaah melunasi sisa biaya menjelang jadwal keberangkatan.

Baca Juga :  Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Si Dokkes Polres Bima Kabupaten Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis

“Tidak harus langsung lunas. Cukup membayar 4.500 dolar untuk mendapatkan nomor porsi. Pelunasan dilakukan ketika sudah mendekati jadwal keberangkatan,” jelas Ahmad Muharis.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap mengawasi seluruh proses penyelenggaraan Haji Khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, meskipun perusahaan swasta menyelenggarakan layanan tersebut. Selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, Muhsinin menyiapkan dokter, pembimbing ibadah bersertifikat, tim teknis, serta mutawif yang mendampingi jemaah selama 24 jam.

“Kami menyiapkan dokter, pembimbing yang benar-benar memahami manasik haji, tim teknis, dan mutawif yang mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah. Karena haji memiliki rangkaian ibadah yang panjang dan harus dipahami dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *