STM Bantu Pemulihan Dusun Adat Sade Lombok Tengah

STM Bantu Pemulihan Dusun Adat Sade Lombok Tengah.
STM Bantu Pemulihan Dusun Adat Sade Lombok Tengah. (Ist)

zaman. id – PT Sumbawa Timur Mining (STM) turut mendukung pemulihan Dusun Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dukungan diberikan pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut.

Perusahaan eksplorasi tembaga yang beroperasi di Kabupaten Dompu itu menyalurkan berbagai peralatan untuk proses rekonstruksi dusun adat. Nilai bantuan tersebut lebih dari Rp123 juta.

STM Salurkan Bantuan Rp123 Juta untuk Sade

Dusun Adat Sade mengalami kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Kobaran api mengakibatkan hampir seluruh area permukiman dan harta benda milik warga setempat ludes terbakar.

Menurut Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, terdapat 75 rumah dan 69 toko seni yang hangus karena musibah tersebut. Selain itu, masjid, lumbung alang-alang, berugak, serta beberapa fasilitas umum lainnya juga rusak berat.

Kebakaran Hanguskan 75 Rumah dan 69 Toko Seni

Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal memimpin langsung peletakan batu pertama rekonstruksi Dusun Adat Sade. Acara penanda pembangunan tersebut disebut nyemulak oleh masyarakat suku Sasak.

Baca Juga :  MIM Foundation Bantu Pembangunan Masjid Desa Adat Sade

Kegiatan tersebut disertai aksi bersih-bersih dan peduli dusun. Aksi itu melibatkan pemerintah dan masyarakat umum.

STM Dukung Rekonstruksi dan Pemulihan Sade

STM turut serta dalam aksi kolektif tersebut. Perusahaan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. Kegiatan itu menjadi bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak.

Kepala DLHK NTB H Didik Mahmud Gunawan Hadi mengapresiasi STM atas kepedulian dan dukungan dalam proses pemulihan Dusun Adat Sade.

“Kehadiran STM menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dengan pemerintah dan masyarakat adat. Dukungan ini sangat berarti, tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas yang terdampak, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan identitas Sade sebagai salah satu desa adat prioritas di NTB,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Balap Liar, Samapta Polres Lombok Barat Sisir Jembatan Kembar

Ia mengatakan pemerintah membutuhkan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak dalam pemulihan pascakebakaran Desa Adat Sade.

“Ke depan, kami berharap berbagai pihak memperluas kolaborasi di sektor prioritas, seperti pelestarian budaya dan adat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pendidikan dan kesehatan, agar masyarakat dapat mempercepat pemulihan Dusun Adat Sade secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bagian dari Masyarakat NTB

Head of Communications STM Cindy Elza mengatakan STM adalah bagian dari masyarakat NTB. Oleh karena itu, ketika warga Dusun Adat Sade memerlukan dukungan, STM hadir mengambil peran sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah.

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung proses pemulihan Dusun Adat Sade dan membantu masyarakat setempat untuk kembali menjalani aktivitasnya seperti sedia kala,” ucapnya.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi penting. Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat pada masa darurat. Pemulihan juga berkaitan dengan upaya membantu kehidupan masyarakat kembali berjalan secara bertahap.

Baca Juga :  Antisipasi Balapan Liar dan Kejahatan Jalanan di Malam Minggu, Pamapta Polres Bima Kabupaten Tingkatkan Intensitas Patroli KRYD

“Kami berupaya melengkapi dukungan yang sudah ada dengan turut memenuhi kebutuhan pada proses pemulihan dan rekonstruksi. Semoga kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya dapat membantu Sade pulih dengan lebih baik,” kata Cindy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *