Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini kian gencar hingga ke tingkat desa. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program strategis pemerintah tersebut, aparat kepolisian terus bergerak memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat. Khususnya kepada para petani yang menjadi ujung tombak sektor agraris dalam mengelola lahan pertanian mereka.
Langkah konkret ini salah satunya ditunjukkan oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot yang melaksanakan kegiatan sambang dan berdialig pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini untuk menjalin kedekatan dengan warga. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan motivasi intensif di bidang agrikultur guna memastikan produktivitas area tanam setempat tetap terjaga dengan optimal.
Sinergi Polisi dan Petani di Lahan Pertanian
Dalam pemantauan di lapangan, petugas Bhabinkamtibmas yang mengenakan seragam dinas lengkap tampak hadir di tengah-tengah area persawahan warga. Kehadiran aparat berbaju cokelat ini bukan sekadar melakukan patroli keamanan biasa. Mereka turun langsung ke tanah mendampingi seorang petani yang tengah sibuk mengolah lahan pertanian.
Melalui interaksi ini, petugas memberikan dorongan moral kepada warga. Mereka mengajak para petani dan warga sekitar untuk terus mengoptimalkan pengelolaan tanah garapan yang mereka miliki. Keterlibatan aktif masyarakat dalam mengolah dan memanfaatkan lahan pertanian menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan stok pangan secara mandiri. Hal ini pada akhirnya akan menunjang kebutuhan hidup sehari-hari secara berkelanjutan.
Komitmen Polsek Labuapi Optimalkan Lahan Pertanian Desa
Kehadiran personel kepolisian di tengah perwujudan ketahanan pangan ini merupakan bagian dari instruksi komprehensif dari jajaran kepolisian resor setempat. Langkah ini demi memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan yang maksimal dalam mengelola potensi daerah mereka.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., menyatakan hal senada. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah sektor pertanian warga adalah bentuk pelayanan publik yang adaptif. Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga situasi kamtibmas. Aparat juga wajib hadir menjadi dinamisator pembangunan ekonomi masyarakat di desa.
“Kami terus mendorong anggota di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif mendampingi warga dalam segala sektor produktif. Melalui kegiatan sambang dialogis seperti di Desa Karang Bongkot ini, kami ingin memastikan bahwa para petani merasa didukung. Kami ingin mereka termotivasi untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian mereka. Ketersediaan pangan yang kuat di tingkat desa akan menjadi pondasi kokoh bagi ketahanan pangan nasional,” ujar Ipda Selamet Riadi.
Mewujudkan Kemandirian Stok Pangan Lokal
Ipda Selamet Riadi juga menambahkan bahwa penguatan sektor agraris di wilayah Labuapi diharapkan mampu memicu kemandirian pangan lokal. Dengan demikian, desa tidak akan rentan terhadap gejolak kelangkaan komoditas pokok di pasar. Keterlibatan aktif dari jajaran kepolisian ini juga menjadi sarana untuk mendengar langsung aspirasi warga. Petugas bisa mengetahui kendala yang dihadapi oleh para petani di wilayah hukum Polsek Labuapi.
Seluruh rangkaian kegiatan monitoring dan sambang dialogis yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di Desa Karang Bongkot tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Warga menyambut baik kehadiran petugas yang dinilai memberikan rasa aman. Mereka juga mendapat semangat tambahan dalam mengelola lahan pertanian.
Pihak Kepolisian Sektor setempat melalui jajaran Bhabinkamtibmas menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara konsisten memberikan pendampingan. Semua ini dilakukan demi terciptanya swasembada pangan yang kokoh dan berkelanjutan di tingkat desa.











