zaman. id – Sebanyak 30 peserta terpilih resmi melanjutkan perjalanan dalam program Garuda Academy Year II menuju tahap CORE 3.0. Kepastian ini diperoleh setelah para peserta sukses melewati rangkaian pembelajaran, diskusi, dan penilaian ketat pada tahap sebelumnya, CORE 2.0.
Perjalanan 30 peserta ini merupakan bagian dari proses seleksi panjang yang telah berlangsung sejak awal program. Garuda Academy Year II awalnya diikuti oleh lebih dari 250 pendaftar. Angka tersebut kemudian mengerucut menjadi 105 peserta pada tahap CORE 1.0, lalu disaring kembali menjadi 84 peserta pada CORE 2.0, hingga akhirnya menyisakan 30 nama terbaik yang melaju ke CORE 3.0.
Pada tahap CORE 2.0 sebelumnya, para peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas. Mereka juga didorong untuk membangun jejaring serta menganalisis berbagai persoalan yang dihadapi industri sepak bola Indonesia dari beragam sudut pandang.
“Peserta CORE 2.0 dari berbagai latar belakang telah memulai proses pembelajaran melalui networking serta diskusi mengenai kondisi terkini industri sepak bola Indonesia. Dari berbagai kesenjangan yang ditemukan, peserta kemudian diajak untuk merumuskan konsep dan gagasan baru sebagai langkah untuk mendorong kemajuan industri sepak bola Indonesia,” ujar salah satu peserta, Ade Syukri.
Proses pembelajaran tersebut tercermin jelas dari hasil evaluasi peserta. Data menunjukkan, rata-rata nilai individual assessment peserta CORE 2.0 mencapai angka 90, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran angka 80. Selain itu, sesi group presentation juga menjadi salah satu sorotan utama karena melahirkan gagasan-gagasan yang penuh semangat dan inovatif bagi pengembangan sepak bola nasional.
Tantangan Holistik dan Materi Berstandar Internasional
Memasuki tahap CORE 3.0, tingkat kesulitan dan tantangan yang diberikan kepada para peserta akan semakin mendalam. Peserta didorong untuk memandang sepak bola secara lebih holistik—tidak hanya berfokus pada dinamika di atas lapangan hijau saat pertandingan berlangsung, tetapi juga memahami tata kelola, pengembangan, komersialisasi, hingga pembangunan industri yang berkelanjutan.
Untuk memperkuat materi pembelajaran, CORE 3.0 menghadirkan tiga profesional berpengalaman di kancah sepak bola internasional, yakni Lazarus Jansen Xavier, Benjamin Tan, dan Yazeen Buhari.
Lazarus Jansen Xavier yang menjabat sebagai Head of Strategic Planning & Advisory AFC Member Association Division memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang governance, strategic planning, dan pengembangan sepak bola. Ia dijadwalkan membawakan materi mengenai Organisation of World Football, Football Governance & Competitions, serta Football Development Activities.
Sementara itu, Benjamin Tan yang merupakan FIFA & AFC Match Commissioner sekaligus League Transformation Director membawa pengalaman lebih dari 25 tahun dalam bidang kepemimpinan, pengelolaan liga, dan club licensing. Ia akan mengampu materi khusus tentang Professional Club Licensing.
Adapun Yazeen Buhari selaku AFC Consultant & Lecturer dengan pengalaman lebih dari 20 tahun—termasuk pengalamannya bersama FIFA dan AFC, serta pernah menjabat sebagai General Secretary FAS dan CEO SPL—akan membedah topik Football Organisations as Media Companies dan Building a Football Content Strategy. Sesi ini akan menitikberatkan pada pengembangan konten serta peluang komersial di dalam industri sepak bola modern.
Pendekatan Praktik dan Jadwal Pelaksanaan
Dalam implementasinya, CORE 3.0 menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik secara komprehensif. Rangkaian kegiatan meliputi sesi kelas (class session), diskusi dan presentasi kelompok (group discussion and presentation), bedah studi kasus (study case), hingga penilaian individu (individual assessment).
Dalam salah satu sesi, para peserta akan diuji melalui tantangan pitching for content investment. Sementara itu, dalam individual assessment, mereka diminta untuk merumuskan rekomendasi inisiatif konkret berdasarkan pemahaman mendalam terhadap materi yang telah diserap.
Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian CORE 3.0 akan dimulai melalui sesi daring (online) pada tanggal 7 hingga 14 September 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kelas tatap muka pada 15 sampai 17 September 2026 di Le Meridien Hotel, Jakarta.
Setelah merampungkan tahap CORE 3.0, seleksi akan kembali disaring secara ketat. Dari total 30 peserta yang berpartisipasi, hanya akan ada 10 peserta terbaik yang berhak melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu CORE 4.0.
Berikut adalah daftar lengkap 30 peserta Garuda Academy Year II yang melaju ke tahap CORE 3.0:
- Ade Syukri
- Adwin Pratama
- Anas Ahmad Adi Pranoto
- Akhmad Fandhia Roesyidi
- Anandersah Jeremia Oktoberiarmy
- Anastasya Jesslyn Hartono
- Daniendra Aditya Prabudiyo
- Dea Salsabila
- Defri
- Dhanielle Daphne
- Dwika Rahman Sasmita Putra
- Elza Ahmad Raihan
- Enrico Shirvariandya
- Ezra Christian Pattipeiluhu
- Hanif Nur Candra
- Iker Evangelista Welly
- Ilham Ahmad Ismail
- Lintang Tumurun Enjang
- Mohammad Ghaffariy Al Fairadj
- Moza Adidharma
- Muhamad Ali Akbar
- Muhammad Uchida Sudirman
- Rafi Rizqullah Arifin
- Rayhan Aria Pratama
- Richo Darma Agi
- Rizki Nugraha Hamim Penna
- Selina Leda Ginting
- Septian Maulana
- Shofie Ashyfa Natasya Shalsabila Syahrir Nawir
- Nur Wiwied Kurnia









