zaman.id – Sepak bola kawasan Asia Tenggara resmi mencatatkan sejarah baru. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan bahwa Indonesia resmi terpilih sebagai tuan rumah edisi perdana turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.
Penetapan ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dipercaya menyelenggarakan kompetisi resmi anyar bentukan FIFA tersebut. Turnamen ini dirancang untuk menjadi panggung kompetitif bergengsi bagi negara-negara di kawasan ASEAN sekaligus mempererat relasi olahraga antarnegara.
Jadwal Penyelenggaraan dan Format Kompetisi
Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada jendela kalender internasional FIFA (FIFA Matchday), tepatnya mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Dengan masuknya turnamen ini ke dalam kalender resmi FIFA, seluruh klub profesional diwajibkan melepas para pemain yang mendapatkan panggilan untuk membela tim nasional masing-masing.
Selain digelar di Indonesia untuk divisi utama, FIFA ASEAN Cup 2026 juga akan berlangsung di Hong Kong khusus untuk penyelenggaraan kompetisi Divisi 2.
Dua Stadion Utama Siap Jadi Saksi Sejarah
Sebagai tuan rumah, Indonesia telah menyiapkan dua stadion bertaraf internasional untuk menggelar seluruh rangkaian pertandingan:
- Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) – Jakarta
- Stadion Si Jalak Harupat – Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Kedua arena ini dipilih karena memiliki fasilitas modern dan pengalaman panjang dalam menggelar turnamen internasional skala besar. PSSI memastikan koordinasi intensif bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah (DKI Jakarta serta Jawa Barat) terus berjalan guna memastikan kesiapan teknis, transportasi, infrastruktur, hingga keamanan.
Pernyataan Resmi PSSI dan FIFA
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab yang harus diemban dengan profesionalisme tinggi oleh sepak bola nasional.
“FIFA ASEAN Cup ini merupakan brand FIFA. Bukan brand kami, PSSI, ataupun negara-negara di Asia. Ini benar-benar program FIFA. Bahkan, bisa dikatakan FIFA ASEAN Cup sebagai salah satu ajang terbesar FIFA setelah Piala Dunia. Artinya, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar persiapan terkait aspek teknis benar-benar ditangani serius,” jelas Erick Thohir.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menekankan arti penting kompetisi ini bagi perkembangan ekosistem sepak bola regional:
“FIFA ASEAN Cup digelar untuk memberikan peluang kompetitif yang bermakna bagi tim-tim nasional dalam kalender pertandingan internasional pria, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain untuk mewakili negara mereka dalam persaingan regional dengan intensitas tinggi. Selain itu, turnamen ini juga akan memperkuat hubungan sepak bola di Asia Tenggara dan menghadirkan aksi internasional luar biasa bagi para penggemar,” ungkap Gianni Infantino.
Dampak Positif bagi Sepak Bola dan Ekonomi Indonesia
Menjadi tuan rumah edisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 membawa dampak strategis yang meluas, baik dari sektor olahraga maupun ekonomi nasional:
- Peningkatan Prestasi dan Jam Terbang Timnas: Memberikan panggung kompetitif resmi berstandar tinggi bagi skuad Garuda untuk menghadapi lawan-lawan kuat regional.
- Meningkatkan Reputasi Global: Menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai penyelenggara acara olahraga berskala internasional yang aman, nyaman, dan terorganisir.
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata: Kedatangan tim peserta, ofisial, media, dan ribuan suporter mancanegara berpotensi memutar roda perekonomian pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pariwisata, serta industri UMKM lokal.
- Membangun Atmosfer Sepak Bola Positif: Menghadirkan tontonan sepak bola kelas dunia secara langsung bagi jutaan pencinta sepak bola di Tanah Air.
Menatap Standar Baru Sepak Bola Asia Tenggara
Kolaborasi erat antara FIFA, Pemerintah Indonesia, dan PSSI akan menjadi kunci kesuksesan FIFA ASEAN Cup 2026. Persiapan menyeluruh di seluruh lini—mulai dari pelayanan kontingen, kesiapan venue, hingga manajemen suporter—terus dimatangkan.
Ajang bergengsi ini diharapkan tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga mampu menjadi tolok ukur baru bagi kompetisi sepak bola di kawasan Asia Tenggara di masa depan.









