Berita  

Antisipasi Kriminalitas, Polairud Polres Lombok Barat Jaga Ketat Pelabuhan Lembar

Polres Lombok Barat Gelar Patroli Dialogis di Pesisir dan Objek Wisata Pantai

Lombok Barat, NTB – Kawasan pesisir dan pelabuhan memegang peranan krusial dalam urat nadi perekonomian serta pariwisata di wilayah Lombok Barat. Menyadari pentingnya menjaga stabilitas keamanan di area tersebut, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lombok Barat secara konsisten menggelar berbagai upaya preventif guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah ini diambil demi memastikan situasi di sepanjang garis pantai dan pelabuhan tetap kondusif bagi para pengguna jasa maupun wisatawan.

Aktivitas pengamanan yang berlangsung pada akhir pekan ini berfokus pada dua titik strategis, yakni kawasan Pelabuhan Pelindo Lembar dan destinasi wisata populer Pantai Cemara. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman secara langsung serta mempersempit ruang gerak para pelaku tindak kejahatan konvensional di wilayah perairan.

Patroli Dialogis di Pelabuhan Pelindo Lembar untuk Antisipasi Kriminalitas

Memulai agenda pengamanan pada Minggu (21/6/2026) pagi, tiga personel dari Piket Pos Airud Lembar langsung dikerahkan untuk menyisir kawasan Pelabuhan Pelindo Lembar. Patroli dialogis yang dimulai sejak pukul 08.48 WITA hingga selesai ini menyasar para pekerja, penyedia jasa transportasi, hingga masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar pelabuhan. Fokus utama dari patroli ini adalah melakukan mitigasi dini terhadap potensi tindak pidana 3C (Curas, Curat, Curas) serta praktik premanisme yang kerap mengintai kawasan objek vital.

Baca Juga :  4. Dokumen PBG Tower Bongancina Dipersoalkan, Kuasa Hukum Siapkan Somasi

Selama menyusuri area pelabuhan, personel Satpolairud tidak sekadar melintas, melainkan membangun komunikasi dua arah yang hangat dengan warga setempat. Petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan mandiri serta mengajak seluruh elemen pengguna jasa pelabuhan untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kamtibmas. Kolaborasi yang erat antara aparat keamanan dan masyarakat pelabuhan dinilai sebagai kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tertib.

Pengamanan Objek Wisata Pantai Cemara Guna Jamin Keselamatan Pengunjung

Selain fokus pada sektor transportasi laut dan logistik, Satpolairud Polres Lombok Barat juga memberikan perhatian ekstra pada sektor pariwisata. Mengingat hari libur cenderung meningkatkan volume kunjungan masyarakat ke tempat wisata, personel kepolisian melakukan pengamanan (PAM) intensif dan pemolisian masyarakat (Polmas) di Pantai Cemara sekitar pukul 10.00 WITA. Langkah ini krusial dilakukan untuk memantau aktivitas rekreasi warga di sepanjang bibir pantai.

Dalam giat tersebut, petugas bergerak memberikan imbauan langsung kepada para pengunjung, khususnya orang tua yang membawa anak-anak, agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas mandi di laut. Langkah persuasif ini diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan laut (laka laut) yang dapat mengancam keselamatan jiwa wisatawan akibat kelalaian.

Baca Juga :  Berantas Tuntas Peredaran Gelap Narkoba, Polsek Madapangga Ringkus Jaringan Terduga Pengedar Lintas Kecamatan di Desa Dena

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi menegaskan bahwa rangkaian kegiatan rutin yang ditingkatkan ini merupakan komitmen nyata Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat di wilayah pesisir.

“Kami terus berkomitmen memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Barat, khususnya area perairan dan pesisir, tetap aman terkendali. Melalui patroli dialogis di Pelabuhan Pelindo Lembar, kami berupaya mengantisipasi potensi kerawanan seperti 3C dan premanisme. Sementara melalui pengamanan di Pantai Cemara, kami hadir di tengah masyarakat untuk mengingatkan pengunjung agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai,” ujar AKP L. Nursidi.

Kondisi Kamtibmas Kondusif dan Didukung Cuaca Bersahabat

Berdasarkan pemantauan menyeluruh sepanjang hari tersebut, Satpolairud Polres Lombok Barat melaporkan bahwa situasi keamanan laut dan pesisir berada dalam keadaan yang sangat kondusif. Dari data yang dihimpun, sejumlah potensi kerawanan seperti laka laut, illegal fishing (penangkapan ikan ilegal), people smuggling (penyelundupan manusia), hingga illegal mining (pertambangan ilegal) dilaporkan nihil atau tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Baca Juga :  Sabu 8,32 gram diamankan dari rumah warga Talabiu, Sat Resnarkoba Polres Bima kejar jaringan pemasok Satuan Reserse Narkoba Polres Bima mengamankan seorang pria berinisial BH (46), warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, dalam pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menemukan dan mengamankan 17 plastik klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,32 gram dari rumah BH. Polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba Polres Bima IPTU Mochamad Fikri Dafa Alfarez, S.Tr.K., membenarkan pengungkapan tersebut. AKBP Anton mengatakan, pengungkapan kasus narkotika merupakan bagian dari komitmen Polres Bima dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. “Polres Bima berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika. Setiap informasi yang diterima dari masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran atau penyalahgunaan narkotika. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika. Peran serta masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mengungkap jaringan peredaran narkotika dan menjaga lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya. Berawal dari Informasi Masyarakat IPTU Fikri Dafa Alfares S.Tr.K., menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai keberadaan seorang pria berinisial FIRDAUS, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), di wilayah Desa Talabiu. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima melakukan pemantauan di sekitar lokasi yang diinformasikan. Sekitar pukul 15.30 WITA, personel melakukan tindakan kepolisian dan penggeledahan di rumah BH di Desa Talabiu. Namun, FIRDAUS tidak ditemukan di lokasi. Petugas kemudian mengamankan BH yang berada di rumah tersebut. Untuk menyaksikan proses penggeledahan, personel menghadirkan pemerintah desa setempat sebagai saksi. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 17 plastik klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,32 gram. Selain itu, petugas mengamankan empat plastik bungkusan besar bertuliskan huruf China, empat bungkusan plastik klip kosong, empat lembar plastik klip kosong, dua timbangan digital, dua korek api gas, dua batang sedotan yang telah dimodifikasi, satu alat hisap bong, satu lakban bening, satu gunting, satu lembar plastik bening, satu tas berukuran sedang berwarna merah muda, satu kotak penyimpanan, dua sepeda motor beserta kunci kontak, tiga telepon seluler Android, serta uang tunai Rp250 ribu. Polisi Dalami Keterangan BH Kasat Resnarkoba menjelaskan, berdasarkan hasil interogasi awal, BH menerangkan kepada petugas bahwa barang bukti yang ditemukan di rumahnya berkaitan dengan anaknya, EK. BH juga mengaku bahwa narkotika yang diduga jenis sabu tersebut merupakan milik FIRDAUS dan akan diedarkan oleh EK. “Dari keterangan awal yang kami peroleh, BH menerangkan bahwa barang tersebut milik FIRDAUS dan akan diedarkan oleh EK. Keterangan tersebut masih kami dalami melalui proses penyidikan untuk mengungkap asal-usul serta jaringan peredarannya,” jelas Kasat. Menindaklanjuti keterangan tersebut, personel kemudian melakukan pengembangan ke rumah FIRDAUS. Namun, yang bersangkutan tidak ditemukan di lokasi. BH beserta seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Bima untuk diserahkan kepada penyidik Satresnarkoba guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Saat ini, penyidik masih melakukan serangkaian tindakan penyidikan, antara lain pemeriksaan saksi-saksi, penyelidikan sumber barang, gelar perkara, dan pemberkasan. Polres Bima memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sementara terhadap FIRDAUS yang belum ditemukan, upaya penyelidikan dan pengembangan terus dilakukan guna mengungkap lebih lanjut dugaan jaringan peredaran narkotika tersebut.

Kelancaran operasional pengamanan ini juga didukung penuh oleh kondisi cuaca di sekitar perairan Lombok Barat yang sangat bersahabat. Berdasarkan pantauan cuaca, kondisi langit terpantau cerah dengan tinggi gelombang yang relatif landai. Kecepatan angin bertiup normal pada kisaran 6 hingga 9 knot, meskipun kondisi air laut dilaporkan sedang dalam keadaan pasang. Melalui pemantauan cuaca yang berkala dan kesiapsiagaan personel, Satpolairud Polres Lombok Barat memastikan akan terus mengawal kenyamanan serta keamanan wilayah pesisir secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *