Berita  

Polsek Kuripan Tekan Balap Liar Melalui Patroli Blue Light

Jalur Perbatasan Lombok Barat Dijaga Ketat Patroli KRYD

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Lombok Barat terus menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Sebagai langkah nyata untuk mengantisipasi potensi kriminalitas di malam hari, Polsek Kuripan menggelar patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan metode Blue Light di sepanjang jalur strategis Bypass BIL I dan BIL II.

Langkah preventif ini sengaja menyasar kawasan yang dinilai rawan guna memberikan rasa aman kepada para pengguna jalan serta masyarakat sekitar dari ancaman tindak kejahatan jalanan. Patroli intensif tersebut dilaksanakan pada jam-jam rawan, tepatnya mulai Minggu malam hingga Senin dini hari.

Fokus Pengamanan Jalur Perbatasan Lintas Kabupaten

Pelaksanaan patroli berskala dinamis ini menyisir area yang cukup luas, mulai dari kawasan perbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah, hingga mencapai ikon Tembolak Pelangi yang merupakan wilayah perbatasan antara Kecamatan Labuapi dengan Kota Mataram.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan pada waktu-waktu krusial sangat efektif untuk membatasi ruang gerak para pelaku kejahatan. Menurutnya, jalur Bypass BIL I dan II merupakan urat nadi transportasi yang memerlukan pengawasan ekstra, terutama pada malam hari saat intensitas kendaraan mulai sepi.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di sepanjang jalur utama Bypass BIL I dan BIL II. Melalui patroli KRYD Blue Light yang terjadwal ini, kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif dan mencegah niat maupun kesempatan para pelaku kejahatan,” ujar Ipda I Wayan Eka Ariyana pada Senin (29/06/2026).

Menekan Potensi Kriminalitas 3C dan Balap Liar

Dalam pelaksanaannya yang berlangsung pada Minggu (28/06/2026) dari pukul 23.00 WITA hingga pukul 02.00 WITA, personel Polsek Kuripan secara jeli memantau titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya pemuda. Sasaran utama dari operasi cipta kondisi ini adalah mengantisipasi terjadinya tindak pidana yang menjadi atensi publik, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga aksi pembegalan.

Baca Juga :  Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jenu Polres Tuban Turun ke Ladang, sambang lahan pertanian.

Selain fokus pada tindak kriminalitas 3C, petugas di lapangan juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi gangguan ketertiban umum seperti aksi balap liar. Jalur Bypass yang lurus dan mulus kerap kali disalahgunakan oleh oknum remaja untuk melakukan balapan ilegal yang tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan lainnya.

Sinergi Personel Lintas Fungsi dalam Patroli

Keberhasilan menjaga stabilitas keamanan ini tidak lepas dari kesiapan personel yang diterjunkan ke lapangan. Patroli KRYD malam tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) Aiptu Lalu Agus S, dengan melibatkan sinergi dari berbagai fungsi kepolisian yang saling mendukung.

Di jajaran garda depan, terdapat personel Samapta yaitu Bripka Muhammad Tri W dan Brigpol Abdurrahman yang bertugas melakukan pemantauan fisik dan patroli dialogis. Sementara itu, untuk fungsi deteksi dini dan pemetaan kerawanan, Brigpol Tarmizi Taher dari unit Intel ikut dikerahkan. Guna memastikan seluruh rangkaian penegakan tugas berjalan sesuai prosedur dan tetap humanis, Aipda Wayan Partayasa dari unit Propam turut mendampingi jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.

Baca Juga :  Polri Dukung Astacita, Polsek Rengel Polres Tuban Turun Cek Tanaman Jagung Warga di Desa Campurejo

Hingga berakhirnya waktu patroli menjelang pagi hari, petugas melaporkan bahwa situasi di sepanjang jalur Bypass BIL I dan BIL II terpantau aman, lancar, dan kondusif. Petugas tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan, kerumunan massa yang mengarah pada balap liar, maupun indikasi terjadinya gangguan kamtibmas lainnya. Upaya preventif ini diharapkan dapat terus mempertahankan indeks keamanan yang tinggi di wilayah Lombok Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *